Uncategorized

Berita Desa, Uncategorized

FGD (Focus Group Discussion) Bersama PT PLN Indonesia Power UBP Cilegon

FGD (Focus Group Discussion) Bersama PT INDONESIA POWER adalah metode diskusi kelompok terfokus yang digunakan untuk rekrutmen, pengembangan produk, atau riset, untuk menilai interaksi sosial, komunikasi, kerja tim, kepemimpinan, dan pemecahan masalah Terhadap kelompok/ Lembaga Desa Masyarakat . Tujuannya adalah mengamati perilaku kolaboratif, dinamika kelompok, serta cara peserta membangun solusi bersama dalam waktu terbatas, membantu perusahaan memahami karakter dan kompetensi non-teknis secara mendalam

Uncategorized

MARGAGIRI GO TO INTERNASIONAL 5 negara asing belajar ketahanan iklim di DESA MARGAGIRI

Desa Margagiri, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, mendadak menjadi sorotan internasional. Sebuah rombongan tamu dari lima negara—Thailand, Filipina, Papua Nugini, Kenya, dan Kamboja—menyambangi desa yang berada di tepian kawasan industri tersebut. Bukan untuk berwisata, melainkan untuk belajar. Kepala Desa Margagiri, Ruhul Amin, ST, mengaku sempat terkejut menerima kabar kunjungan itu. Ia tak menyangka desa yang selama ini bergulat dengan persoalan lingkungan justru menjadi rujukan praktik ketahanan iklim. “Terus terang kami juga kaget. Kenapa harus Desa Margagiri? Tapi setelah dijelaskan, ternyata mereka ingin melihat langsung bagaimana upaya ketahanan iklim yang dilakukan pemerintah desa bersama masyarakat,” kata Ruhul Amin kepada Wilip.id, Rabu, 21 Januari 2026. Margagiri memang berada di wilayah yang paradoks. Di satu sisi, ia ditetapkan sebagai zona industri oleh pemerintah pusat dan daerah. Di sisi lain, desa ini masih bergantung pada kualitas lingkungan: air, tanah, dan ruang hidup warga. Masuknya kawasan industri membawa konsekuensi. Perubahan iklim mikro terasa nyata. Genangan air, banjir musiman, hingga menurunnya kualitas lingkungan menjadi problem sehari-hari. “Lingkungan yang tadinya relatif baik, sekarang berubah. Tapi kami tidak bisa menolak industrialisasi. Yang bisa kami lakukan adalah beradaptasi agar masyarakat tetap bisa hidup layak,” ujar Ruhul. Alih-alih pasrah, pemerintah desa bersama warga memilih bergerak. Di gang-gang sempit, lubang biopori dibuat. Di lahan-lahan padat, sumur resapan digali. Di titik rawan banjir, sodetan air diperbanyak agar aliran tidak tersumbat. Langkah-langkah itu mungkin tampak sederhana. Namun justru dari praktik kecil itulah lahir ketahanan iklim berbasis komunitas. “Dulu banyak titik genangan. Sekarang jauh berkurang. Bukan hilang sepenuhnya, tapi bisa diantisipasi,” kata Ruhul. Bagi para tamu mancanegara, pendekatan Margagiri dinilai menarik karena tidak bergantung pada proyek besar atau teknologi mahal. Semua dilakukan dengan gotong royong dan partisipasi warga. Menurut Ruhul, berdasarkan penuturan penerjemah, para delegasi mengaku terkesan dengan keterlibatan langsung masyarakat desa. “Mereka puas. Bukan hanya dengan konsepnya, tapi dengan semangat warganya. Mereka melihat bagaimana masyarakat menjawab perubahan iklim dengan cara yang realistis,” ujarnya. Kunjungan ini menjadi semacam diplomasi lingkungan dalam skala mikro. Desa kecil di Serang berbicara kepada dunia tentang adaptasi, ketahanan, dan keberlanjutan. Bagi Ruhul, yang paling penting bukanlah sorotan internasionalnya, melainkan dampaknya bagi warga sendiri. “Harapan kami sederhana. Masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga lingkungan dan tetap kompak. Kalau desa kuat, perubahan apa pun bisa kita hadapi,” katanya. Di tengah tekanan industrialisasi dan krisis iklim global, Margagiri memberi pesan sunyi namun tegas: perubahan tidak selalu datang dari pusat kekuasaan. Kadang, ia lahir dari gang-gang kecil, lubang biopori, dan kerja kolektif warga desa.

Berita Desa, Uncategorized

Pelatihan Kapasitas Aparatur Desa MARGAGIRI 2025

Pelatihan RT/RW Tingkatkan Kapasitas Aparatur Lingkungan Desa Margagiri Pemerintah Kelurahan Serang Desa Margagiri menggelar kegiatan Pelatihan RT/RW yang berlangsung di aula kantor deasa margagiri pada Rabu , 17 desember 2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Ketua RT dan RW sedesa margagiri, dengan tujuan meningkatkan kapasitas dan pemahaman aparatur lingkungan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari [Instansi Kecamatan Bojonegara/ bapak H.FUAD HAWA yang menyampaikan materi terkait tugas dan fungsi RT/RW, administrasi kependudukan, pengelolaan pelayanan masyarakat, serta peran RT/RW dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman tentang komunikasi yang efektif serta penyelesaian permasalahan di tingkat lingkungan. Para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif dalam sesi diskusi serta tanya jawab. Diharapkan hasil dari pelatihan ini dapat diterapkan secara langsung dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan pembangunan lingkungan dapat terlaksana dengan baik.

Berita Desa, Uncategorized

KP. KEPATEN DESA MARGAGIRI MERAIH PENGHARGAAN PROKLIM UTAMA TINGKAT NASIONAL 2025…

Proklim RW 02 Kampung Kepaten Desa Margagiri Raih Penghargaan Proklim Utama Trophy dari KLH/BPLH RI Jakarta, 1 Desember 2025 — Perjuangan dan kekompakan masyarakat RW 02 Kampung Kepaten, Desa Margagiri, akhirnya membuahkan hasil dengan diraihnya Proklim Utama Trophy 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) RI. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut, MP, Menteri KLH/BPLH RI, kepada Abdul Muiz, Ketua Proklim RW 02 Kampung Kepaten, pada acara penganugerahan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat. Bagi masyarakat Kampung Kepaten, penghargaan ini bukan sekadar prestasi, tetapi simbol keberhasilan gotong royong yang telah dibangun bertahun-tahun. Mulai dari pengelolaan sampah berbasis warga, pemanfaatan pekarangan produktif, edukasi lingkungan, hingga upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim lainnya—semuanya lahir dari inisiatif dan peran aktif masyarakat. Sebelum mencapai tahap ini, warga RW 02 telah melalui proses panjang seleksi administrasi dan verifikasi lapangan bersama tiga Kampung Iklim lainnya di Desa Margagiri. Keterlibatan warga menjadi kunci utama keberhasilan. Antusiasme masyarakat, partisipasi kelompok ibu-ibu, pemuda, kader lingkungan, hingga tokoh masyarakat, membuat RW 02 tampil kuat dan solid dalam penilaian. Pada penganugerahan ini, warga Kampung Kepaten tidak sendiri. Mereka hadir bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang, Tim CSR PT PLN Indonesia Power UBP Cilegon sebagai pendamping program, Kepala Desa Margagiri, Ketua RW 02, perwakilan Bank Sampah Berkah, perwakilan KWT Cetik, serta warga Kampung Kepaten lainnya yang datang memberikan dukungan. Rangkaian acara berlangsung khidmat, mulai dari pembukaan, lagu Indonesia Raya, doa, laporan pelaksanaan Proklim, penganugerahan Proklim Lestari, penganugerahan Proklim Utama, hingga sambutan Menteri KLH/BPLH RI. Dalam sambutannya, Menteri KLH/BPLH RI mengapresiasi semangat masyarakat yang dinilai berhasil membangun program iklim dengan basis partisipasi warga yang kuat dan konsisten. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang, H. Sachrudin S.STP, M.Si, juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat. Beliau menegaskan bahwa prestasi ini menjadi motivasi bagi DLH untuk memperluas program Proklim di seluruh wilayah Kabupaten Serang, sekaligus menyampaikan terima kasih atas kolaborasi masyarakat bersama pemerintah desa, kecamatan, dan pendamping CSR. H. Ruhul Amin, S.T Kepala Desa Margagiri turut memberikan pernyataan yang menegaskan peran besar masyarakat. Dalam kesempatan tersebut beliau menyampaikan bahwa: “Penghargaan ini adalah hasil jerih payah masyarakat Kampung Kepaten. Pemerintah desa sangat bangga dan mengapresiasi kerja bersama warga yang tidak pernah lelah menjaga lingkungan. Kami akan terus mendukung agar Proklim menjadi gerakan yang semakin kuat dan memberikan manfaat bagi seluruh desa.” Ketua RW 02 Kampung Kepaten dan Ketua Proklim RW 02 juga menegaskan komitmen mereka untuk terus memperkuat aksi lingkungan berbasis masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kampung agar lebih bersih, sehat, dan tangguh. Dari pihak pendamping, Romadhoni Sigit, Senior Manager PT PLN Indonesia Power UBP Cilegon, menyampaikan apresiasi atas kerja keras masyarakat yang menjadi faktor utama keberhasilan program Proklim di Desa Margagiri. Bagi masyarakat RW 02 Kampung Kepaten, penghargaan ini adalah bukti nyata bahwa kesadaran lingkungan, partisipasi warga, dan kerja kolektif mampu mengangkat kampung kecil di pedesaan menuju panggung penghargaan tingkat nasional. Warga berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi desa lain untuk bersama-sama membangun lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan

Berita Desa, Uncategorized

Kegiatan FESTIVAL MARGAGIRI 2025

FestivalMargagirimerupakanajangtahunanyangbertujuan untukmempereratsilaturahmiantarwarga,menumbuhkan semangatkebersamaan,sekaligusmenjadiwadahbagi generasimudadanpelakuUMKMuntukmengekspresikan bakat,kreativitas,sertapotensiyangadadiDesaMargagiri. MelihatsuksesnyaFestivalMargagiriJilid1,masyarakat sangatantusiasuntukmelanjutkantradisiinidalamskalayang lebihmeriah.Olehkarenaitu,padatahuninikembalidigelar FestivalMargagiriJilid2denganrangkaiankegiatanseni,budaya,danpameranekonomikreatif.

Scroll to Top